LDR
Kita dipisahkan oleh jarak, oleh kota-kota yang tak mudah kutempuh, oleh malam yang datang tanpa peluk, dan rindu yang semakin hari semakin penuh.
Aku di sini, kau di sana, menatap langit yang sama, meski tangan tak mampu saling menggenggam, namamu selalu tinggal di dalam diam.
Terkadang aku iri pada angin, yang bisa menyentuh wajahmu tanpa izin, pada hujan yang jatuh di kotamu, sementara aku hanya bisa merindukanmu.
Tahukah kau, sayang? Ada malam-malam ketika aku begitu ingin pulang, bukan ke rumah yang berdinding dan beratap, melainkan ke pelukmu yang membuat segala lelah lenyap.
Kita hanya bertemu lewat layar, mendengar suara yang terkadang bergetar, tersenyum meski hati ingin menangis, berpura-pura kuat saat rindu semakin menipis.
Namun, aku tak ingin menyerah, meski jarak berkali-kali membuat kita lelah. Sebab bagiku, cinta bukan tentang selalu bersama, melainkan tetap memilihmu meski terpisah oleh dunia.
Biarlah waktu menguji kesetiaan, biarlah jarak mengajarkan kesabaran, aku akan menjaga apa yang telah kita mulai, sampai takdir mempertemukan kita kembali.
Dan jika suatu hari aku berdiri di hadapanmu, tak ada lagi layar di antara aku dan kamu, akan kupeluk dirimu tanpa berkata-kata, membayar semua rindu yang tertahan begitu lama.
Sebab sejauh apa pun kakiku melangkah, sejauh apa pun jarak membentang, hatiku telah memilih satu rumah untuk pulang: dirimu, yang kucintai dalam diam, yang kurindukan dalam malam, dan yang selalu kunanti dalam doa.
Jarak boleh memisahkan kita hari ini, tetapi semoga esok mempertemukan kita dalam satu rumah, satu pelukan, dan satu masa depan. ❤️
Karya Aditian