IBU
Puisi untuk perempuan terhebat dalam hidupku
Ibu...
Di balik senyummu, ada luka yang kau sembunyikan, di balik lelahmu, ada doa yang tak pernah kau hentikan. Kau simpan segala sedih di dalam dada, hanya agar anakmu tumbuh dengan bahagia.
Ibu, aku tahu, tak semua malam kau lalui dengan tidur, ada cemas yang membuat matamu tak pernah terpejam, ada harapan yang kau titipkan kepada Tuhan, agar anakmu selamat dalam setiap perjalanan.
Kau adalah rumah tempatku pulang, meski dunia membuat langkahku hilang arah. Kau adalah pelukan yang tak pernah menghakimi, bahkan ketika seluruh dunia memilih pergi.
Maafkan aku, Ibu, jika sering kali aku lupa mengucapkan rindu, jika kesibukanku membuatku jarang bertanya, apakah hari ini tubuhmu baik-baik saja?
Maafkan aku, jika pernah meninggikan suara, jika kata-kataku melukai hatimu, padahal kaulah yang paling tulus mencintaiku.
Ibu, andai waktu bisa kuputar kembali, ingin kupeluk dirimu lebih lama lagi, ingin kudengar ceritamu tanpa terburu-buru, ingin kuhapus setiap air mata yang jatuh karenaku.
Sebab semakin dewasa aku melangkah, semakin kupahami betapa besar pengorbananmu. Dahulu aku mengira kau tak pernah lelah, kini kusadari, kau hanya pandai menyembunyikan rapuhmu.
Dan jika suatu hari nanti rambutmu memutih, langkahmu melemah, biarkan aku menjadi tangan yang menopangmu, sebagaimana dahulu tanganmu menuntunku berjalan.
Ibu, dengarlah satu hal dari anakmu ini:
Jika dunia memberiku seribu alasan untuk menyerah, aku akan mengingat wajahmu dan kembali melangkah. Jika kelak aku berhasil menggenggam cita-cita, namamu akan kusebut dalam setiap doa dan air mata.
Aku tak tahu berapa lama Tuhan mengizinkanku bersamamu, tetapi selama napasku masih menyebut namamu, akan kusimpan satu cinta yang tak tergantikan, cinta seorang anak kepada ibu yang menjadi alasan kehidupannya.
Ibu, engkau mungkin bukan manusia yang abadi, tetapi cintamu akan hidup di setiap detak jantungku. Dan jika kelak dunia bertanya siapa orang yang paling berjasa dalam hidupku, aku tak perlu berpikir lama untuk menjawabnya:
“IBUKU. Perempuan yang mencintaiku bahkan sebelum aku mengenal dunia, dan yang namanya akan selalu kubawa hingga akhir perjalanan hidupku.”
❤️ Untuk Ibu, cinta pertama yang tak pernah meminta balasan.